Cara mengembalikan data flashdisk yang hilang karena virus Cara mengembalikan data flashdisk yang hilang karena virus - Berguru IT - Tutorial Visual Basic, Networking, Tips dan Trik
VB.Net

VB.Net Tutorial Untuk pemula

Instant Article

Cara Membuat Instant Article Untuk Blogger

logo

Cara mengembalikan data flashdisk yang hilang karena virus

Cara Mengembalikan data di Flashdisk Yang Hilang Karena Virus

Virus komputer beda dengan virus makhluk hidup jadi jangan salah pengertian walaupun tujuan virus itu sama yaitu merusak, virus komputer banyak sekali variannya diantaranya :
  • Trojan – Mengambil data pada komputer yang telah terinfeksi dan mengirimkannya pada pembuat trojan itu sendiri. Virus ini hampir ditemukan diseluruh dunia.

  • Backdoor – Hampir sama dengan trojan. Namun, Backdoor bisanya menyerupai file yang baik-baik saja. Misalnya game.

  • Spyware – Virus yang memantau komputer yang terinfeksi, biasanya datang darimana saja tapi yang paling serng melalui internet. Penyebaran spyware sering tidak terdeteksi dari awal. Biasa datang dari software bajakan yang banyak dijual, software gratis hasil proses download, atau dari situs-situs penyedia jasa file-sharing, seperti Kazaa, Limewire, atau Morpheus. Disamping itu spyware juga bisa tersebar dari situs-situs yang menyediakan screensaver untuk di-download gratis, widgets, dan situs-situs porno.

  • Worm – Menduplikatkan dirinya sendiri pada harddisk. Ini membuat sumber daya komputer (Harddisk) menjadi penuh akan worm itu. Jika sudah terinfeksi segera di scan dengan antivirus dengan cara copot harddisk dan scan dengan komputer lain yang tidak ada virusnya.

  • Rogue – merupakan program yang meniru program antivirus dan menampilkan aktivitas layaknya antivirus normal, dan memberikan peringatan-peringatan palsu tentang adanya virus. Tujuannya adalah agar pengguna membeli dan mengaktivasi program antivirus palsu itu dan mendatangkan uang bagi pembuat virus rogue tersebut. Juga rogue dapat membuka celah keamanan dalam komputer guna mendatangkan virus lain.

  • Rootkit – adalah kumpulan perangkat lunak yang bertujuan untuk menyembunyikan proses, berkas dan data sistem yang sedang berjalan dari sebuah sistem operasi tempat dia bernaung. Kit-akar awalnya berupa aplikasi yang tidak berbahaya, tetapi belakangan ini telah banyak digunakan oleh perangkat perusak yang ditujukan untuk membantu penyusup menjaga tindakan mereka yang ke dalam sistem agar tidak terlacak. Rootkit hadir di beragam sistem operasi seperti, Linux, Solaris dan Microsoft Windows. Rootkir ini sering mengubah bagian dari sistem operasi dan juga memasang dirinya sendiri sebagai penggerak atau modul inti.

  • Polymorphic virus – Virus yang gemar beubah-ubah agar tidak dapat terdeteksi. Dalam terminologi komputer, kode polimorfik adalah kode yang menggunakan mesin polimorfik bermutasi sambil menjaga aslinya algoritma utuh. Artinya, kode perubahan itu sendiri setiap kali berjalan, tapi fungsi dari kode (yang semantik ) tidak akan berubah sama sekali. Misalnya, 1 + 3 dan 6-2 kedua mencapai hasil yang sama saat menggunakan kode yang berbeda. Teknik ini kadang-kadang digunakan oleh virus komputer , shellcodes dan cacing komputer untuk menyembunyikan kehadiran mereka.

    Enkripsi adalah metode yang paling umum untuk menyembunyikan kode. Dengan enkripsi, tubuh utama kode (juga disebut payload) dienkripsi dan akan muncul berarti. Untuk kode berfungsi seperti sebelumnya, fungsi dekripsi ditambahkan ke kode. Ketika kode dijalankan fungsi ini membaca payload dan mendekripsi itu sebelum dijalankan pada gilirannya.

  • Metamorphic virus – Sebuah virus metamorfik adalah salah satu yang dapat transform berdasarkan kemampuan untuk menerjemahkan, mengedit dan menulis ulang kode sendiri. Hal ini dianggap virus komputer yang paling menular, dan dapat melakukan kerusakan serius pada sistem jika tidak terdeteksi dengan cepat. scanner antivirus memiliki waktu yang sulit mendeteksi jenis virus karena dapat mengubah struktur internal, menulis ulang dan pemrograman ulang sendiri setiap kali menginfeksi sistem komputasi. Hal ini berbeda dari virus polimorfik, yang mengenkripsi kode aslinya agar tidak terdeteksi. Karena kompleksitas mereka, menciptakan virus metamorf membutuhkan pengetahuan pemrograman yang ekstensif.

  • Virus ponsel – Virus yang berjalan di telepon seluler, dan dapat menimbulkan berbagai macam efek, mulai dari merusak telepon seluler, mencuri data-data di dalam telepon seluler, sampai membuat panggilan-panggilan diam-diam dan menghabiskan pulsa pengguna telepon seluler.

  • Virus “Life is Beautiful” Perusahaan peranti lunak, Microsoft dan Norton, menginformasikan adanya ancaman penyusupan virus baru lewat surat elektronik (e-mail) yang merusak data komputer pengguna layanan internet, seperti Yahoo, Hotmail, dan AOL (American OnLine).

    Virus itu masuk ke surat elektronik dalam bentuk program presentasi Power Point dengan nama "Life is Beautiful". Jika Anda menerimanya, segera hapus file tersebut. Karena jika itu dibuka, akan muncul pesan di layar komputer Anda kalimat: "it is too late now; your life is no longer beautiful...." (Sudah terlambat sekarang, hidup Anda tak indah lagi).

    Akibatnya, Anda akan kehilangan semua data di komputer. Bukan itu saja, orang yang mengirimkan "virus" itu juga akan mendapatkan akses ke nama, e-mail, dan password Anda. AOL telah mengonfirmasikan, peranti lunak antivirus yang sementara ini sudah ada tidak mampu menghancurkan "Life is Beautiful". Virus ini diciptakan oleh seorang hacker yang menyebut dirinya "Life Owner". Jangan coba-coba buka email yang ada attach seperti diatas.




varian virus tersebut diatas bisa kita hindari jika kita membeli antivirus yang terpercaya seperti kaspersky dan memasangnya, insyaallah komputer atau laptob kita aman dari serangan virus tapi jangan lupa jangan asal colok flashdisk dan browsing situs-situs tidak terpercaya.

owh iya kan mau benerin data flashdisk yang kena virus ya, hal ini biasanya kita ketahui jika ada flashdisk yang notaben nya ada file banyak dan ingin di buka di komputer lain eh ternyata tiba-tiba tidak terlihat sama sekali pasti kita jengkel dan pusing. Jangan takut hal ini masih bisa di perbaikai dengan syarat bahwa flashdisk tidak bajakan atau kw karena kondisi flashdisk bajakan itu membawa bencana alias membahayakan kenapa? media penyimpanan flashdisk bajakan mudah rusak bahkan file yang kita simpan bisa ikutan rusak parah, jadi jangan beli flashdisk bajakan atau KW.

Kita masuk kategori flashdisk kena virus aja ya, dimana jika kena virus masih ada obatnya dan bagaimana cara benerinnya?.


1. Lakukan scaning dengan antivirus (gunakan antivirus kaspersky atau yang lainnya).

2. Jika terdetec oleh kaspersky maka otomatis karspersky akan mensterilkan file dan menimbulkan kembali file yang di hidden, baik yang ada di komputer maupun yang di flashdisk.

3. Biasanya cara 1 dan 2 sudah cukup untuk membalikan datanya tapi jika tidak punya antivirus bagaimana? lanjutkan langkah 4.

4. Jika anda menggunakan windows 7, coba anda cari menu Organize yang terletak pada sudut kiri atas windows explorer anda.

5. Klik, dan pilih menu Folder and Search Option.

Change folder and search options


6. Akan muncul tampilan Folder option, kemudian anda klik Tab View, hilang kan centang pada 3 pilihan.
–  Hide empty drives in the computer folder
–  Hide Extensions for known file types
–  Hide protected operating system files (recommended) untuk pilihan ini akan ada warning dari windows. tekan yes saja. Setelah itu pilih Show hidden files and Folders.

Folder option show hidden files folder and drives

7. Masuk ke Flasdisk anda, coba cek data milik anda apakah ada disana. Biasanya kalau data yang hilang karena virus, maka file atau folder anda akan terlihat buram-buram. jika tidak lanjutkan ke 8.
8. Langkah kedelapan ini merupakan langkah penting untuk mengembalikan data pada flasdisk anda.

run to open command prompt

–  Tekan Win + R, untuk memunculkan kotak dialog run.
–  Ketik CMD pada kotak dialog run, kemudian enter untuk menampilkan comand prompt.
– Sebelumnya, anda cari lokasi flasdisk anda Apakah drive letter nya di D ? di E ? atau di F ? nah, jika misalnya posisi flasdisk anda pada drive letter D, maka ketikan “h:” (tanpa tanda kutip) lalu enter.
– Kemudian masukan attribut “attrib -s -h  /s /d ” (tanpa tanda kutip) lalu kemudian enter.

command prompt attrib -s -h /s /d
9. Jika file yang hilang itu banyak, maka akan membutuhkan loading beberapa menit. Jika sudah selesai dan file anda sudah kembali silahkan tutup comand prompt, kemudian kembalikan settingan pada langkah 6 seperti semula.

Jika tidak anda kembalikan, maka akan banyak sekali file system yang aneh yang muncul pada komputer anda, khawatirnya nanti tanpa sengaja anda kemudian mendelet file tersebut.

Semoga bermanfaat dan berguna.




0 Komentar untuk "Cara mengembalikan data flashdisk yang hilang karena virus"